Recent Posts

Pihak-pihak Yang Diuntungkan Oleh Pertikaian Arab Saudi Vs Iran

2016/01/09
Kondisi dan iklim politik di Timur Tengah tidak akan pernah lagi sama menyusul semakin memburuknya pertikaian antara Arab Saudi dengan Iran. Bahkan hubungan diplomatik kedua negara pun kini telah terputus.

Pertikaian kedua negara ini menimbulkan kekhawatiran besar yang secara langsung pasti berdampak pada pembicaraan perdamaian di Suriah. Hal ini hanya akan menguntungkan kelompok militan ISIS yang beroperasi di negara itu.

Arab Saudi, yang merupakan salah satu negara berpengaruh di Timur Tengah memutuskan hubungan diplomatiknya dengan negara kuat lainnya, Iran menyusul penyerangan yang dilakukan demonstran terhadap kedutaan besarnya di Teheran. Massa di ibu kota Iran itu meluapkan kemarahannya terhadap Arab Saudi yang mengeksekusi seorang ulama Syiah yang berpengaruh, Sheikh Nimr al-Nimr, pada 2 Januari 2016 lalu.

Langkah Arab Saudi ini segera diikuti beberapa negara beraliran Sunni lainnya seperti Bahrain, Sudan dan Uni Emirat Arab (UEA) yang semakin memperdalam jurang sektarian Syiah-Sunni di Timur Tengah. Hal ini berpeluang menimbulkan konflik baru di tengah gejolak perang sipil di negara-negara Timur Tengah seperti Irak, Suriah dan Yaman.

“Pemutusan hubungan diplomatik Iran- Arab Saudi muncul dalam konteks perang proxy yang tengah berlangsung antara kedua negara yang melibatkan Turki, dan dalam kasus Iran, Rusia, di negara-negara termasuk Libanon, Suriah, Irak, Bahrain, dan Yaman,” kata dua Analis Senior dari IHS Country Risk, Firas Abi Ali dan Anna Boyd melalui sebuah catatan yang dilansir CNBC, Rabu 6 Januari 2016 dinihari.

Kedua pengamat memperingatkan bahwa keadaan ini akan menguntungkan kelompok militan ISIS yang memang mengusung konflik sektarian. Permusuhan tersebut juga memperumit proses pembicaraan damai Suriah yang melibatkan kedua negara.

“Polarisasi sektarian di seluruh wilayah Timur Tengah akan menguntungkan bagi ISIS yang mempromosikan narasi sektarian.”

Terhambatnya proses pembicaraan damai Suriah akibat memburuknya hubungan kedua negara tersebut juga akan menimbulkan dampak-dampak lainnya, tidak hanya di Timur Tengah, namun juga di Eropa dengan semakin banyaknya arus pengungsi yang mengalir ke Benua Biru.

Dunia internasional telah mendesak dan meminta kedua negara ini untuk memulai pembicaraan dan menyelesaikan masalah di antara mereka.
(CNBC)

Posting Komentar