Recent Posts

5 Cara Untuk Mengkritik Rekan Kerja

2015/12/03
5 Cara Untuk Mengkritik Rekan Kerja, ZC-Secret. Mendengar kritik seakan mendapat tonjokan di perut—terdengar lebay, tapi itu faktanya. CC yakin nggak ada orang yang bisa merasa tetap santai dan sukarela saat dikritik. Karena itu, saat mengkritik kita juga harus melihat sikon. Nggak mau, dong, niat baik kita berbalik jadi memancing permusuhan dengan rekan kerja? Begini triknya….

  • Melihat sisi lain
Sebelum ‘menyerang’ seseorang, coba masukkan diri kita di posisi rekan kerja. Mungkin ada sesuatu yang menghambatnya sehingga nggak bisa mencapai target. Siapkan pula solusi apabila rekan kerja belum mampu melihat masalah yang sebenarnya. Ingat, kita menginginkan perubahan, bukan permusuhan. Lagi pula kritik bertujuan membangun, ya, bukan menjatuhkan orang lain.
 

  • Bukan masalah personal
Kadang saat sudah sebal terhadap seseorang, kita menganggap kesalahan yang dia lakukan berkali-kali lipat. Hindari menyerang rekan kerja atas kekurangannya. Contohnya, nih, saat rekan kerja menghambat deadline proyek, kita bisa bilang, “Saya percaya kamu bisa bekerja lebih cepat” bukannya langsung menjatuhkan mentalnya dengan berkata, “Kamu lamban, sih, bikin kerja tim berantakan.” Sudah pasti dia semakin sulit memperbaiki diri karena ‘cap’ yang kita buat untuknya. Hati-hati!
 

  • Gunakan pujian
Nggak ada salahnya membuka pembicaraan dengan melontarkan pujian dan pencapaian rekan kerja. Setelahnya kita tunjukkan hal-hal apa saja yang perlu dia perbaiki dan tetap berikan motivasi. Misalnya, “Kamu hebat, deh, bisa cepat menyelesaikan proyek yang kemarin. Kalau lebih teliti pasti hasilnya bakal sempurna. Pertahankan, ya!” Ini akan lebih didengar olehnya ketimbang kita langsung menunjukkan apa kesalahannya.
 

  • Bukan perintah
Setelah menyampaikan apa yang kita harapkan dari rekan kerja, minta dia untuk memikirkan masalah tersebut bersama-sama. Siapa tahu sebenarnya rekan kerja punya cara atau solusi tersendiri untuk melakukan apa yang kita harapkan darinya. Dengan begitu kita nggak terkesan ingin mendiktenya dalam melakukan suatu hal. Jangan lupa gunakan nada bicara yang bersahabat, dong.
 

  • Cari bantuan
Jika sudah berkali-kali mengingatkan rekan kerja dan hasilnya nihil, kita boleh meminta bantuan atasan. Bukannya mengadu, tapi ‘teguran’ atasan—meskipun sekali—justru lebih efektif dibanding posisi kita yang hanya rekan kerja. Toh, ini demi kebaikan dan kekompakan tim. Yang perlu diingat, kita harus fokus pada permasalahan yang terjadi saat itu sehingga nggak perlu membawa-bawa kesalahan rekan kerja di masa lalu.

Alice Larasati
Foto: Fotosearch

sumber
 
Posting Komentar