Recent Posts

Fahma Waluya Rosmansyah Programer, Siswa SMAN 2 Bandung

2013/08/14
Fahma Waluya Rosmansyah Programer, Siswa SMAN 2 Bandung

   Fahma Waluya Rosmansyah, anak berusia 12 tahun ini memiliki visi untuk mengubah paradigma yang sudah tertanam di benak masyarakat sejak bertahun-tahun itu. Dia berpikir aktivitas membuat game sama serunya dengan bermain game.


   Dengan demikian, kata dia, setiap orang harus bisa membuat game karena pada dasarnya tantangan yang diperoleh tidak jauh berbeda dengan pada saat bermain game.
   Konsep yang dia pegang sejak sekitar tiga tahun lalu itu diwujudkannya dengan rajin membuat game. Setidaknya hingga saat ini lebih dari 20 game telah berhasil ditelurkan siswa kelas 1 SMP Salman Alfarisi Bandung ini.
“Memang ternyata membuat aplikasi game itu sangat seru, sama asyiknya dengan ketika bermain game di komputer atau di handphone,” ujar anak kelahiran Bandung, 27 Mei 1998 ini.
   Di samping itu, latar belakang Aa—sapaan akrabnya di keluarga—rajin membuat game adalah minimnya aplikasi permainan yang murni untuk kalangan anak-anak, terutama game di ponsel. Padahal, jumlah pengguna ponsel di seluruh dunia hingga pertengahan tahun ini telah mencapai lima miliar orang.
   “Mayoritas game yang dipasarkan saat ini untuk kalangan 18 tahun ke atas sehingga sangat riskan untuk dimainkan oleh anak-anak karena dikhawatirkan pola pikir anak-anak belum mampu untuk menjangkaunya,” tegas anak yang bercita-cita menjadi dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.
   Kehebatan Aa dalam mengutak-atik komputer bukan tanpa asal-muasal. Menurutnya, ketertarikannya akan dunia animasi dan game dipicu dari mimpinya menjadi seorang animator dan programer setiap dia menonton animasi atau main game. “Jadi, setiap saya nonton animasi atau lihat game saya bermimpi kalau saya yang buat. Saya bilang sama ibu, seru kelihatannya kalau saya bisa buat animasi atau aplikasi sendiri,” katanya dengan penuh percaya diri. Dari situlah, Aa kemudian mulai belajar mendesain dan membuat aplikasi edukasi. Berawal dari buku pemberian ayahnya, Aa kemudian serius menekuni hobi barunya.
   “Dari kelas 4 SD saya mulai belajar membuat aplikasi. Awalnya coba-coba sendiri di komputer. Terus diberi buku panduan oleh ayah. Dari membaca buku lalu coba-coba lagi. Akhirnya tahu shortkey. Akhirnya bisa membuat aplikasi, animasi, dan presentasi,” ungkapnya.
   Bahkan, ‘aktivitas’ membuat game yang rutin dijalaninya bertahun-tahun itu membawanya bersama adiknya, Hania Pracika Rosmansyah, menerima penghargaan dalam beberapa lomba yang diikutinya, antara lain, juara pertama untuk kategori best secondary student project dalam ajang APICTA 2010, juara pertama dalam ajang INAICTA (Indonesian Information and Communication Technology Award) 2010, dan juara pertama kategori challenging IWIC (Indosat Wireless Innovation Contest) 2010.

Video Wawancara Fahma Waluya Rosmansyah :

Posting Komentar